HUT ke-27 Cilegon Jadi Momentum Evaluasi: Pertumbuhan Industri Dinilai Belum Sepenuhnya Menyentuh Warga

oleh -4 Dilihat
oleh
Anggota DPRD Kota Cilegon dari Fraksi Partai Gerindra, Ahmad Aflahul Azis.
banner 500x300

CILEGON, DNC.co.id – Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-27 Kota Cilegon tidak semestinya hanya menjadi ajang seremoni dan kemeriahan semata. Lebih dari itu, momen ini dinilai sebagai waktu yang tepat untuk melakukan refleksi mendalam terhadap arah pembangunan, agar ke depan lebih tepat sasaran, berkeadilan, dan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh seluruh lapisan masyarakat.

Anggota DPRD Kota Cilegon dari Fraksi Partai Gerindra, Ahmad Aflahul Azis, menegaskan bahwa usia ke-27 harus menjadi titik balik dalam menentukan kebijakan pembangunan yang lebih inklusif. Ia mengakui bahwa selama ini Cilegon menunjukkan capaian yang cukup signifikan, khususnya dalam sektor industri dan kontribusi terhadap perekonomian daerah.

banner 500x300

Namun demikian, ia menilai pertumbuhan tersebut belum sepenuhnya diikuti oleh peningkatan kesejahteraan masyarakat secara merata. “Masih kita temukan rumah tidak layak huni dan angka pengangguran yang relatif tinggi. Ini menjadi indikator bahwa pertumbuhan ekonomi belum sepenuhnya inklusif,” ujarnya, Minggu (26/4/2026).

Menurut Azis, sebagai kota industri strategis di wilayah barat Pulau Jawa, Cilegon seharusnya mampu memberikan dampak langsung bagi masyarakat lokal, khususnya dalam hal penyerapan tenaga kerja. Ia menekankan bahwa keberadaan industri besar tidak cukup hanya dilihat dari nilai investasi, tetapi juga dari sejauh mana manfaatnya dirasakan warga sekitar.

Baca Juga  Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir Sabet Gelar Juara Dunia Kedua

“Industri jangan hanya tumbuh, tapi juga harus memberi ruang bagi masyarakat lokal untuk berkembang. Perlu ada komitmen bersama agar tenaga kerja lokal bisa lebih terserap secara optimal,” tegasnya.

Ia juga mendorong adanya peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) melalui pelatihan dan pendidikan vokasi yang selaras dengan kebutuhan industri. Langkah ini dinilai penting agar masyarakat lokal tidak hanya menjadi penonton di daerahnya sendiri, tetapi mampu bersaing dan mengambil peran dalam pembangunan.

Selain itu, Azis menyoroti pentingnya percepatan program pengentasan kemiskinan dan perbaikan hunian warga. Menurutnya, indikator keberhasilan pembangunan tidak hanya diukur dari capaian makro ekonomi, tetapi juga dari kondisi nyata yang dirasakan masyarakat di tingkat bawah.

banner 500x300

“Pemerintah harus lebih fokus pada kebutuhan dasar masyarakat. Jangan sampai di tengah megahnya kawasan industri, masih ada warga yang hidup dalam keterbatasan,” tambahnya.

Baca Juga  Diduga Langgar PBG, Bangunan 4 Lantai di Duren Sawit Disorot GMBI: Pengawasan Dipertanyakan

Sebagai penegasan, ia menyebut bahwa HUT ke-27 ini harus dimaknai sebagai “alarm perubahan arah pembangunan”. Cilegon, kata dia, tidak lagi berada pada tahap kota yang sekadar tumbuh, tetapi sudah harus bertransformasi menjadi kota yang matang dengan orientasi pada pemerataan, keadilan sosial, dan keberlanjutan.

“Ke depan, kita ingin melihat Cilegon sebagai kota industri yang inklusif. Kota yang tidak hanya kuat secara ekonomi, tetapi juga adil dan berpihak kepada masyarakatnya,” pungkasnya.

Dengan demikian, perayaan HUT ke-27 ini diharapkan tidak berhenti pada euforia semata, melainkan menjadi momentum nyata untuk membangun Cilegon yang lebih merata, manusiawi, dan berdaya saing.

Jurnalis : Buadi A.
Editor : D. Hendriyanto.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.