Wartawan Diduga Jadi Korban Pengeroyokan Usai Investigasi Mafia Solar Bersubsidi di Tulungagung

oleh -25 Dilihat
oleh
Bukti Adi (korban) laporan Polisi.
banner 500x300

DNC.CO.ID, TULUNGAGUNG – Dugaan praktik mafia solar bersubsidi di Kabupaten Tulungagung kembali menjadi sorotan. Seorang wartawan bernama Adi Bachtiar menjadi korban pengeroyokan oleh belasan orang di Cafe Maxy, kawasan timur GOR Lembu Peteng, Jumat (19/6/2026) dini hari.

Peristiwa itu terjadi sesaat setelah Adi tiba di lokasi yang diduga sebagai tempat pertemuan berdasarkan undangan yang diterimanya. Namun, setibanya di area lobi kafe, ia mengaku langsung diserang oleh sekelompok orang yang diduga telah menunggunya.

banner 500x300

“Saya datang karena diundang. Baru masuk lobi, tiba-tiba langsung dihajar ramai-ramai. Saya sempat melawan, tapi kalah jumlah,” ujar Adi kepada wartawan, Sabtu (20/6/2026).

Sebelum kejadian, Adi mengaku sedang melakukan investigasi terkait dugaan penyalahgunaan BBM subsidi jenis solar di sejumlah SPBU wilayah Tulungagung. Dalam penelusurannya, ia menemukan adanya aktivitas pengangkutan solar subsidi menggunakan kendaraan yang diduga telah dimodifikasi.

Menurut Adi, saat proses investigasi berlangsung, beberapa orang yang diduga terkait dengan aktivitas tersebut mulai mendekatinya. Bahkan, ia mengaku sempat ditawari sejumlah uang agar ikut mengamankan aktivitas yang sedang ditelusurinya. “Saya ini bekerja mencari fakta, bukan mencari jatah dari pelanggaran hukum,” tegasnya.

Baca Juga  Badut Penjual Balon di Mojokerto Bunuh Mertua, Istri Luka Parah, Pelaku Kabur

Adi menduga penolakannya terhadap tawaran tersebut memicu ketidaksenangan sejumlah pihak. Beberapa jam kemudian, ia menerima ajakan untuk datang ke Cafe Maxy. Tanpa menaruh curiga, ia memenuhi undangan tersebut.

Namun, situasi yang awalnya terlihat biasa berubah menjadi aksi kekerasan. Belasan orang tersebut langsung melakukan pemukulan dan tendangan secara bertubi-tubi hingga korban terjatuh. “Saya tidak diberi kesempatan bicara. Begitu masuk langsung dihajar,” katanya.

banner 500x300

Aksi pengeroyokan itu akhirnya berhenti setelah petugas keamanan kafe turun tangan dan melerai para pelaku.

Akibat kejadian tersebut, Adi mengalami sejumlah luka, di antaranya memar pada wajah dan bahu, luka gores di bagian belakang leher, serta cedera pada tulang rusuk berdasarkan hasil pemeriksaan medis di RS Bhayangkara Tulungagung.

Korban menduga kuat pengeroyokan yang dialaminya bukan merupakan peristiwa spontan. Ia menilai terdapat indikasi intimidasi terhadap kerja jurnalistik yang sedang dilakukan untuk mengungkap dugaan praktik mafia solar bersubsidi.

Baca Juga  Mitsubishi Beri Nama Bayi Barunya Xpander, Low MPV Pesaing Avanza cs

“Kalau wartawan yang menjalankan tugas bisa dihajar seperti ini, tentu menjadi ancaman bagi kebebasan pers dan hak masyarakat untuk mengetahui kebenaran,” ujarnya.

Adi juga menyebut beberapa nama yang diduga berada dalam lingkaran aktivitas tersebut, yakni DN, RD alias Codet, serta SG alias Celeng. Menurut keterangannya, SG diduga berada di dalam mobil Terios warna hitam yang dikabarkan milik seseorang berinisial KM (bos penimbun solar).

Selain itu, korban mengaku mengetahui adanya sejumlah orang yang mengaku sebagai pengawal distribusi solar milik seorang oknum anggota aktif berinisial RY.

Kasus pengeroyokan tersebut kini telah dilaporkan ke Polres Tulungagung dengan Surat Tanda Terima Laporan Polisi (STTLP) Nomor: STTLP/B/109/VI/2026/SPKT/Polres Tulungagung.

Korban berharap aparat penegak hukum dapat mengusut tuntas seluruh pihak yang diduga terlibat, termasuk pihak yang diduga menjadi aktor intelektual di balik aksi pengeroyokan tersebut. “Saya hanya ingin hukum ditegakkan dan kasus ini dibuka seterang-terangnya,” pungkasnya.

Jurnalis : Anang S.
Editor : D. Hendriyanto.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.