PAPUA, DNC.co.id – Anggota Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) TB Hasanuddin menanggapi insiden baku tembak saat proses penumpasan teroris Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Kabupaten Puncak, Papua Tengah.
Operasi tersebut berujung menewaskan 12 warga sipil. Terkait hal tersebut, Jenderal TB Hasanuddin mendorong dibentuknya tim investigasi.
Mantan jenderal tempur TNI ini menegaskan, tim dibentuk untuk memastikan seperti apa sebenarnya fakta di lapangan.
Menurutnya, tim investigasi itu pun perlu melibatkan pemerintah daerah, pemerintah pusat, serta unsur gabungan termasuk aparat penegak hukum.
“Harus ada tim yang benar-benar turun ke lapangan untuk memastikan apa yang sesungguhnya terjadi,” ujar TB Hasanuddin kepada wartawan pada, Selasa 21 April 2026.
Lebih lanjut dia mengatakan, tim itu bisa memastikan agar tidak timbul keresahan di tengah masyarakat di tengah beragam laporan yang beredar.
Selain itu, kata dia, tim investigasi diperlukan agar prajurit TNI di Papua tidak terpojok tanpa dasar yang jelas.
“Ini penting agar tidak menimbulkan keresahan di masyarakat, tetapi juga tidak memojokkan institusi TNI tanpa dasar yang jelas,” imbuh dia.
TB Hasanuddin juga meminta Pemerintah segera mengambil langkah investigasi yang objektif disertai penegakan hukum apabila ditemukan pelanggaran.
Di sisi lain, kata dia , Negara juga wajib hadir memberikan pendampingan kepada keluarga korban yang tewas.
“Penegakan hukum harus berjalan, tetapi perhatian kepada korban dan keluarganya juga tidak boleh diabaikan. Negara harus hadir memberikan perlindungan dan pendampingan,” tegasnya. (Redaksi)












