PASURUAN, DNC.co.id – Dinamika hubungan antarwartawan di Pasuruan kembali menjadi sorotan. Sebuah insiden terjadi di dalam grup WhatsApp Media Pasuruan Bersatoe, yang mempertemukan sejumlah jurnalis dari berbagai media, baik lokal maupun luar daerah.
Namun suasana kebersamaan itu terusik setelah salah satu admin grup, Jamal dari Pagiterkini.com, mengeluarkan nomor kontak wartawan DNC.co.id dari grup tersebut. Keputusan itu diduga dipicu oleh kesalahpahaman terkait pemberitaan mengenai seorang anggota ormas yang berstatus DPO di kawasan Warkop Edelweis.
Saat dikonfirmasi, Jamal menyampaikan bahwa langkah tersebut diambil karena dirinya merasa tidak nyaman setelah dituding terlibat dalam pemberitaan yang dimaksud.
“Saya dan teman saya difitnah soal tulisan di DNC.co.id terkait DPO Edelweis. Karena merasa kurang nyaman, akhirnya saya keluarkan nomor tersebut dari grup. Lagi pula, grup ini memang diperuntukkan bagi wartawan Pasuruan, bukan luar daerah,” ujar Jamal melalui pesan WhatsApp, Senin (27/04/2026).
Hal senada disampaikan oleh Zen, salah satu anggota grup Media Pasuruan Bersatoe. Ia menilai Jamal dan rekannya menjadi sasaran tudingan yang tidak berdasar di kalangan tertentu di Pasuruan Raya.
“Kasihan Jamal, soal tulisan itu dia jadi tertuduh oleh salah satu oknum. Padahal belum tentu dia yang terlibat langsung,” kata Zen.
Lebih lanjut, Zen berharap persoalan ini tidak berkembang menjadi konflik berkepanjangan di kalangan jurnalis. Ia menilai, perbedaan persepsi seharusnya dapat diselesaikan secara profesional tanpa harus menimbulkan perpecahan.
“Sesama wartawan seharusnya saling mendukung, bukan justru terpecah karena asumsi yang belum tentu benar. Komunikasi yang baik itu penting agar tidak terjadi salah paham,” tambahnya.
Menanggapi polemik tersebut, Redaksi DNC.co.id menyatakan penyesalannya atas ketidaknyamanan yang terjadi dan berharap situasi dapat segera kondusif. Pihak redaksi menegaskan bahwa setiap pemberitaan yang dimuat telah melalui proses jurnalistik yang sesuai, termasuk berdasarkan keterangan narasumber di lapangan.
“Beberapa waktu lalu wartawan kami memang sedang berada di Pasuruan, Jawa Timur. Dalam proses peliputan, ditemukan sejumlah informasi terkait dugaan pelanggaran, mulai dari peredaran rokok, kasus DPO, hingga dugaan oplosan LPG. Semua itu murni hasil kerja jurnalistik dan dilengkapi dengan narasumber,” jelas pihak redaksi.
Redaksi juga menegaskan, komitmennya untuk tetap mengedepankan prinsip keberimbangan, akurasi, serta profesionalisme dalam setiap produk jurnalistik yang diterbitkan.
Menurut redaksi, setiap informasi yang dipublikasikan telah melalui proses verifikasi dan konfirmasi kepada narasumber yang relevan.
“Prinsip kami jelas, setiap berita harus berimbang dan berbasis fakta di lapangan. Kami juga selalu membuka ruang klarifikasi bagi pihak-pihak yang merasa dirugikan,” tegas pihak redaksi.
Dengan demikian, diharapkan kejadian serupa tidak terulang, dan hubungan antar wartawan tetap terjaga dalam semangat profesionalisme serta etika jurnalistik.
(Tim Redaksi)












