Kemlu RI Ungkap Nasib 2 Kapal Tanker Milik Pertamina yang Masih Tertahan di Selat Hormuz

oleh -13 Dilihat
oleh
Foto: Jubir Vahd Nabyl Achmad Mulachela. (Gemini AI)
banner 500x300

JAKARTA, DNC.co.id – Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Republik Indonesia mengungkap perkembangan terbaru terkait dua kapal tanker milik Pertamina yang hingga kini masih tertahan di kawasan Selat Hormuz. Pemerintah memastikan terus memantau situasi secara cermat di tengah dinamika keamanan yang belum stabil di wilayah tersebut.

Kemlu melalui Juru Bicara Vahd Nabyl Achmad Mulachela menyatakan bahwa koordinasi intensif terus dilakukan dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Teheran serta otoritas terkait. Langkah ini bertujuan untuk memastikan kelancaran pelintasan kapal-kapal Indonesia di jalur strategis tersebut.

banner 500x300

“Mengenai hal tersebut, pemerintah terus memantau perkembangan situasi di kawasan, termasuk Selat Hormuz, melalui koordinasi KBRI Teheran dan otoritas terkait,” ujar Vahd dalam keterangannya kepada wartawan, Ahad (19/4/2026).

Lebih lanjut, Kemlu menjelaskan bahwa masih terdapat sejumlah aspek teknis dan mekanisme operasional di lapangan yang perlu diperhatikan sebelum kedua kapal tersebut dapat melanjutkan perjalanan. Oleh karena itu, koordinasi dengan PT Pertamina International Shipping terus dilakukan guna mencari solusi terbaik.

Baca Juga  Sat Narkoba Polres Pelabuhan Belawan Grebek Sarang Narkoba di Dua Lokasi, 6 Orang Diamankan

“Kemlu melalui KBRI Teheran bersama PT Pertamina International Shipping terus berkoordinasi untuk mendukung kelancaran pelintasan kapal Indonesia. Terdapat sejumlah aspek teknis dan mekanisme operasional yang masih perlu diperhatikan,” tambahnya.

Selain membahas kondisi kapal tanker, Kemlu juga menyoroti situasi warga negara Indonesia (WNI) yang berada di Iran. Pemerintah, melalui KBRI Teheran, disebut terus menjalin komunikasi intensif guna memastikan keselamatan para WNI di tengah meningkatnya ketegangan kawasan.

Kemlu menyatakan siap memfasilitasi proses evakuasi apabila diperlukan, dengan mempertimbangkan situasi keamanan serta kebutuhan masing-masing WNI.

banner 500x300

“KBRI Teheran terus berkomunikasi dengan para WNI untuk memastikan keselamatan mereka. Pemerintah siap memfasilitasi evakuasi berdasarkan penilaian situasi keamanan dan kebutuhan di lapangan,” jelas Vahd.

Baca Juga  21 Personel Brimob Perkuat Timnas Indonesia di Ajang Dunia Indoor Skydiving 2026 di Prancis

Sebelumnya, Iran menyatakan bahwa Selat Hormuz tidak akan dibuka kembali hingga Amerika Serikat mencabut blokade angkatan laut terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran. Kebijakan ini muncul setelah sempat dibukanya jalur tersebut dalam waktu singkat, sebelum akhirnya kembali ditutup dalam waktu kurang dari 24 jam.

Penutupan Selat Hormuz, yang merupakan salah satu jalur pelayaran minyak tersibuk di dunia, berpotensi berdampak signifikan terhadap distribusi energi global, termasuk bagi Indonesia. Pemerintah pun terus mengupayakan langkah diplomatik dan teknis guna memastikan kepentingan nasional tetap terjaga di tengah situasi yang berkembang.

Jurnalis : Wildan P.
Editor : D. Hendriyanto.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.