Projo Bantah JK soal Peran di Balik Jokowi Jadi Presiden!

oleh -9 Dilihat
oleh
Foto: Sekretaris Jenderal Projo, Freddy Alex Damanik.
banner 500x300

JAKARTA, DNC.co.id – Relawan Pro Joko Widodo (Projo) membantah pernyataan Wakil Presiden RI ke-10 dan ke-12 Jusuf Kalla (JK) yang menyebut bahwa Joko Widodo (Jokowi) bisa menjadi Presiden karena perannya. Projo menegaskan, kemenangan Jokowi dalam Pemilihan Presiden 2014 merupakan hasil kehendak dan kepercayaan rakyat Indonesia.

Sekretaris Jenderal Projo, Freddy Alex Damanik, menyampaikan bahwa pihaknya tetap menghormati Jusuf Kalla sebagai tokoh bangsa yang memiliki kontribusi dalam perjalanan demokrasi Indonesia. Namun demikian, ia menegaskan bahwa kemenangan Jokowi tidak dapat disederhanakan menjadi peran satu individu.

banner 500x300

“Kami menghormati Bapak Jusuf Kalla sebagai tokoh bangsa yang memiliki kontribusi nyata dalam Pilpres 2014. Namun demikian, kami menegaskan bahwa kemenangan Joko Widodo sebagai Presiden Republik Indonesia adalah hasil dari kehendak dan kepercayaan rakyat Indonesia,” ujar Freddy dalam keterangannya, Ahad (19/4/2026).

Baca Juga  Kepuasan Publik Mudik Lebaran 2026 Tembus 85,3 Persen, Bukti Kolaborasi Sistem yang Berhasil

Freddy menambahkan bahwa demokrasi tidak dibangun atas kontribusi satu orang semata, melainkan merupakan hasil kerja kolektif dari berbagai elemen bangsa. Ia juga menekankan bahwa keberhasilan Jokowi tidak terlepas dari rekam jejak kepemimpinannya yang lahir dari bawah, kerja nyata, serta kedekatannya dengan masyarakat.

Menurutnya, faktor-faktor tersebut menjadi fondasi utama dalam membangun kepercayaan publik terhadap Jokowi hingga akhirnya terpilih sebagai Presiden.

Selain itu, Freddy juga menyinggung peran partai politik pengusung, khususnya Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), dalam kemenangan Jokowi pada Pilpres 2014. Ia menyebut bahwa dukungan partai, relawan, serta partisipasi aktif masyarakat luas menjadi pilar penting dalam proses tersebut.

“Projo sebagai organisasi relawan yang sejak awal berdiri untuk mengawal kepemimpinan rakyat, melihat bahwa dukungan relawan, partai politik seperti PDIP, serta partisipasi aktif masyarakat luas merupakan pilar penting dalam kemenangan tersebut,” jelasnya.

banner 500x300

Di akhir pernyataannya, Freddy mengajak seluruh pihak untuk menjaga narasi kebangsaan yang sehat dan tidak menyederhanakan proses demokrasi menjadi klaim personal. Ia menekankan pentingnya menjaga semangat persatuan dalam kehidupan berbangsa.

Baca Juga  Dugaan Penyimpangan Dana BOS Rp 3,3 Miliar di SMAN 10 Bengkulu, Ujian Integritas Pendidikan

“Demokrasi Indonesia adalah milik rakyat, dan setiap kemenangan dalam proses tersebut adalah kemenangan bersama, bukan milik individu,” tutupnya.

Jurnalis : Dewi Wismiati.
Editor : D. Hendriyanto.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.