DPO Kasus Edelwis Bebas di Acara Sakera Meski Ada Helboy Jatanras Polda Jatim

oleh -69 Dilihat
oleh
Foto tangkapan layar tiktok warga.
banner 500x300

JATIM PASURUAN, DNC.co.id – Kasus pengeroyokan yang terjadi di Edelwis ternyata hening dan senyap meski banyak yang buron atau DPO. Salah satu orang dari anggota Sakera yang jadi Buronan adalah ketuanya yang bernama Fauzi Alias Ozi.

Ozi jadi buronan polisi karena nampak jelas terlibat dalam pengeroyokan di Caffe Edelwis Purwosari. Sejak saat itu Fauzi alias Ozi menghilang setelah mendengar teman temannya digulung oleh Polres Pasuruan. Meski ngilang, Ozi rupanya masih aktif bermain media sosial seperti kebal hukum.

banner 500x300

Teranyar, Ozi yang saat ini DPO Polres Pasuruan muncul diacara Sakera yang dilaksanakan di lapangan Warungdowo, pada Minggu kemarin. Dia terlihat duduk di kursi depan pentas dua baris dibelakang VVIP. Padahal, saat itu juga ada Sigit Anggota Jatanras Polda Jatim yang kerab dipanggil Helboy Polisi Langit.

Baca Juga  Dugaan Permainan Oknum Polisi, Dari 7 Gram Sabu Jadi 0,25 Gram, Siapa Bermain?

Data yang diperoleh, Ozi DPO Polres Pasuruan itu memakai baju warna hitam dengan khas jenggotnya. Didepannya, terlihat Tiktoker Candra Gupta sedang berpose mengepal menggunakan baju putih. Ozi alias Fauzi terlihat bebas tanpa masker padahal ditempat keramaian. Fauzi nampak kebal hukum dan merasa tak mungkin diciduk polisi meski ada Helboy Polisi Langit.

Rupanya, kepolisian seperti singa ompong ketika berhadapan dengan ormas. Bahkan, Helboy yang sering tampil garang di media sosial malah tak ditakuti. Sehingga, muncul kecurigaan bahwa status DPO yang disandang Fauzi hanya main main. Karena, Fauzi tak ada kaget kagetnya walaupun acara tersebut dihadiri oleh Polda Jatim.

Amir Warga Warungdowo menyayangkan Polisi yang terlihat ompong jika berhadapan dengan Ormas Sakera. Mereka kelihatan “impoten” bila lawannya Sakera. Biasanya, status DPO dimunculkan hanya untuk meredam kemarahan publik. Setelah itu, biasanya polisi akan berpura pura buta dan tuli. Sehingga, gelar DPO yang disandang tersangka hanya sebuah pepesan kosong.

Baca Juga  Prof Zudan Tawar Rp1,2 Miliar, Bonsai Situbondo Tak Dilepas

“Jangan salahkan kalau masyarakat tak percaya pada polisi soalnya DPO di tempat keramaian saja tak terdeteksi. Malahan saya curiga mereka ada main mata” kata Amir.

banner 500x300

Amir menyayangkan kehadiran Hellboy diacara tersebut malah tak ditakuti oleh seorang DPO. Bahkan, upaya polisi dalam mencari buronan juga dipertanyakan keseriusannya. Seharusnya, insting pemburu kejahatan itu lebih tajam dari tajamnya silet. Namun, mereka terlihat tumpul seperti senjata karatan yang funfsinya meski ditaruh di sebuah museum.

“Apa guna intel dan buser kalau DPO hanya secarik kertas tak berguna, ini akan mencederai keadilan yang katanya tak pandang bulu,” imbuh amir.

Jurnalis : S. Anang
Edito : D. Hendriyanto

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.