JATIM, PASURUAN, DNC.co.id – Pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah Kecamatan Wonorejo, Kabupaten Pasuruan, menuai sorotan. Program yang seharusnya berjalan tepat waktu justru mengalami keterlambatan distribusi, bahkan diduga disertai temuan makanan tidak layak konsumsi. Kondisi ini memunculkan kekhawatiran serius di kalangan wali murid dan pihak sekolah.
Keterlambatan distribusi MBG terjadi di lingkungan SPP2 Polres Pasuruan yang berada di Kecamatan Wonorejo. Sejumlah pihak menilai persoalan ini tidak bisa dianggap hanya kendala teknis biasa, melainkan harus menjadi bahan evaluasi menyeluruh agar tujuan utama program peningkatan gizi siswa tidak justru menimbulkan masalah baru di lapangan.
Salah satu wali murid SMP Negeri 1 Wonorejo mengungkapkan, bahwa makanan MBG yang seharusnya diterima lebih awal justru baru tiba sekitar pukul 11.00 WIB. Waktu distribusi tersebut dinilai terlalu siang dan mengganggu aktivitas belajar siswa.
“Begitu datang, makanan langsung dicek guru. Setelah dibuka, ayam suirnya tercium bau menyengat,” ujar wali murid yang meminta identitasnya dirahasiakan, Kamis (16/04).
Menurutnya, setelah menemukan kondisi makanan yang diduga tidak layak konsumsi, salah satu guru segera menghubungi pihak penyedia MBG untuk melaporkan temuan tersebut.
“Guru langsung menghubungi pihak MBG dan menyampaikan bahwa makanan yang baru dikirim sudah bau,” lanjutnya.
Ia juga menambahkan, keterlambatan distribusi tersebut berdampak langsung pada jadwal kepulangan siswa. Padahal, jam pulang siswa SMP Negeri 1 Wonorejo seharusnya pukul 12.00 WIB. Namun, karena menunggu penggantian menu menjadi nasi goreng, siswa baru bisa pulang sekitar pukul 12.45 WIB.
“Anak-anak pulangnya jadi molor karena harus menunggu makanan pengganti,” jelasnya, Minggu (19/04)
Hingga berita ini dipublikasikan, pihak sekolah maupun penyelenggara Program Makan Bergizi Gratis (MBG) belum berhasil dikonfirmasi. Media ini masih berupaya memperoleh nomor kontak pihak terkait guna melakukan konfirmasi lebih lanjut.
Jurnalis : S. Anang
Editor : D. Hendriyanto











