DNC.CO.ID, JAKARTA, Aroma busuk dugaan suap di tubuh Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) makin menyengat. Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa akhirnya buka suara terkait mencuatnya nama Dirjen Bea dan Cukai Djaka Budhi Utama dalam sidang kasus dugaan gratifikasi dan fasilitas impor Bos Blueray Cargo, John Field.
Dengan nada tegas namun penuh kode, Purbaya menyatakan siap mencopot Djaka apabila terbukti menerima aliran uang haram sebagaimana terungkap dalam persidangan di Pengadilan Tipikor, Rabu (20/5).
“Kalau orang nuduh bisa aja, tapi kalau terbukti ya sudah,” kata Purbaya di kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta Pusat, Kamis (21/5).
Saat ditegaskan apakah pencopotan akan dilakukan jika dugaan itu terbukti, Purbaya menjawab lugas. “Harusnya iya, kalau terbukti ya,” ujarnya.
Pernyataan itu muncul setelah jaksa mengungkap dugaan aliran uang sebesar 213.600 dolar Singapura atau sekitar Rp2,9 miliar yang disebut-sebut mengarah kepada Djaka Budhi Utama. Dalam persidangan, nama Djaka diduga disamarkan lewat kode angka “1” dalam amplop berisi distribusi uang suap.
Kasus ini menyeret Bos Blueray Cargo John Field yang didakwa menggelontorkan total Rp61 miliar serta barang mewah senilai Rp1,8 miliar demi melancarkan proses impor agar lolos dari pengawasan kepabeanan.
Meski nama anak buahnya diseret-seret di ruang sidang, Purbaya mengaku masih berkomunikasi rutin dengan Djaka. Namun ia memilih irit bicara saat ditanya apakah sudah meminta klarifikasi langsung terkait dugaan penerimaan uang tersebut.
“Saya enggak ikut campur soal itu,” katanya sambil tertawa singkat.
Meski demikian, Purbaya memberi sinyal bahwa dirinya memahami betul apa yang sedang terjadi di balik riuh kasus tersebut. “Tapi yang jelas saya ngerti apa yang terjadi,” ujarnya.
Tak hanya soal dugaan suap impor, Purbaya juga menyinggung panasnya isu peredaran rokok ilegal di Jawa Timur yang belakangan ramai menyeret nama sejumlah oknum Bea Cukai di Madura, Pasuruan, hingga Malang.
Dengan senyum tipis penuh makna, Purbaya mengaku sudah mengantongi informasi terkait dugaan “upeti bulanan” kepada oknum aparat Bea Cukai di sejumlah wilayah tersebut.
“Ramainya di pemberitaan terkait peredaran rokok ilegal di Jawa Timur, saya sudah kantongi. Dan soal adanya upeti bulanan ke sejumlah oknum di Bea Cukai Madura, Pasuruan dan Malang. Kita lihat saja nanti ya,” ucapnya. (Dodi)










